Kamis, 02 Agustus 2018

Harta Karun Tersembunyi Pulau Singkep


Harta Karun Tersembunyi Pulau Singkep
 Sudah hampir 10 bulan saya bertugas di Singkep kepulaan Riau. Pulau yang terkenal dimata dunia dengan tambang timahnya 200 tahun silam. Terpampang jelas peninggalan peninggalan masa itu. Bangunan bangunan  tua ala belanda, titik titik danau bekas galian timah, infrastuktur tua yang tercetak mewah dijamannya. Tidak banyak yang saya ketahui tentang sejarah singkep, namun kabarnya setelah diberhentikan aktivitas penambangan sejak tahun 1990 an, daerah ini mendadak sepi dari penghuni. Informasinya ada ribuan warga Singkep yang eksodus ke daerah lain.

Singkep terpuruk secara ekonomi  waktu itu. Beberapa orang yang pernah saya temui mengatakan bahwa sebagian besar warga singkep wktu itu tidak pernah membayangkan kalau penambangan timah akan dinonaktivkan. Singkep mengalami shocking secara ekonomi dan kebiasaan kerja hingga bertahun-tahun. Dan hingga kini mereka terus berjuang, untuk tidak hanya meratapi kejayaan masa lalu, melainkan terus berproses mencari, menggali, dan menemukan kembali rahmat Tuhan bagi anak cucu masa depan singkep.

Banyak ide dan gagasan yang ditawarkan oleh para ahli demi menghidupkan gairah hidup pulau singkep. Perencanaan pariwisata, hingga penngunaan kawasan agraria ex tambang timah pun tak luput dari sorotan. Ribuan ha lahan dibuka sebagai kawasan sawah , perkebunan, peternakan dan pengembangan buah-buahan. Usaha-usaha ini dilakukan untuk menarik minat warga agar ikut serta mengembangkan sertor agraris sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Namun tak ada jalan setapak yang tak berhiasi kerikil kerikil. Ada saja kendala yang harus dihadapi. Kawaasan bekas tambang timah dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah, irigasi-irigasi air yang berwarna merah dengan kandungan besi yang tinggi, adalah PR besar bagi pengembangan pertanian di kawasan Singkep. Belum lagi minat warga yang rendah karena memang secara kultur budaya bukan masyarakat agraris. Pun Investor dan Permodalan yang tidak sedikit diperlukan untuk mewujudkan cita-cita besar ini.

Mengenang kejayaan masa lampau tentu tidak salah, yang tidak benar adalah meratapi dan sekedar menangisi kejayaan yang tidak akan kembali. Mari kita melangkah, mengais usaha selagi bisa, walau kadang semangat mulai mengelucat, cita cita bersama tetap  harus membara. Dan akhirnya yang paling penting dari itu semua adalah menemukan kembali Harta karun Singkep yang tersembunyi. Harta yang terkeping-keping entah kemana. Harta kesungguhan segenap lapisan masyarakat singkep untuk benar-benar mau menggali, mencari solusi dan menikmati indahnya bercita-cita. Harta jiwa untuk berbesar hati memandang tanah air sebagai titipan Tuhan yang harus menjadi rahmat bagi semesta.  
Singkep, Kepri,  3 Agustus 2018

2 komentar: