Rabu, 14 Oktober 2015

Demonstrasi bangsa Lalat
Di sebuah pojok gunungan sampah terdengar sayup-sayup suara yang meremangkan telinga. Suara itu semacam ratusan mahluk yang teriak-teriak tidak jelas. Dengan teknologi maha Tinggi zoomer dari pusat kendali yang sangat canggih, segera keributan  kecil itu terdeteksi dan diketahui apa yang terjdi oleh kantor pusat . Lalu petugas dengan sigap dan santun melapor kepada direktur utama dan  sekaligus pemilik Saham utama PT (Perusahaan Tidak terbatas) ALAM SEMESTA. Petugas melapor bahwa ada ratusan lalat di TPS desa kecil bagian tengah Negara Indonesia berdemo tentang keadilan.
Bos : apa yang mereka demokan?
Petugas : lewat kepala bagianya mereka menuntut “ mengapa Tuhan menciptakan hidup kami sebagai mahluk yang suka dengan sampah dan kebusukan lainya?” tidakkah ada jalan hidup ysng lebih mulia dari ini?mengapa kecenderungan hidup kami menyukai yang jelek-jelek, tidak seperti bangsa tawon itu yang menyukai bebungaan yang ladangnya selalu harum?”
Bos : Apakah ada yang lain, yang melakukan demontrasi?
Petugas : sebenarnya  tidak hanya ini wahai Bos PT Alam Semesta, masih banyak sebelumya, kemarin siang ada seekor Kumbang tanduk mengirim surat keluhanya yang isinya  dia merasa sedih dengan hidupnya yang menyukai kotoran, dan Tetai-tai an lainya. Kemudian 2 hari sebelumnya ada Si bunga Bangkai yang menuntut agar tubuhnya di harumkan, tidak seperti yang biasanya seperti bau bangkai. Lalu berikutnya ada seorang wanita tua  miskin yang mengeluh di depan kantor ini dia mengeluhkan nasibnya yang di tinggal mati suaminya dan hanya mempunyai satu anak perempuan gila sedangkan dia tidak mempunyai sanak saudara lagi.
Bos : baiklah terimaksih, sekarang panggilkan petugas-petugas KPK ( Kementrian Pembawa Kabar).
Petugas : iya bos..!
Tidak lama kemudian datang lah para Petugas KpK lalu bersimpuh di hadapan sang Bos.
BOs: wahai para petugas Kpk yang tidak pernah lalai akan tugas-tugasmu. Hari ini akan kuberi tugas kalian untuk mengirimkan kabar gembira pada segerombolan lalat, kepada si bunga bangkai, dan Janda miskin yang berada di Distrik kecil bernama BUMi.
Katakanlah pada mereka bahwa aku adalah pemilik utama saham Alam semesta ini, semua peristiwa berjalan menurut kehendak dan rencanaku. Aku maha penyayang dan pengasih kepada seluruh mahluk.  bahwa apapun penciptaan yang ada adalah yang terbaik menurut kadar yang aku tentukan.

Katakana pula pada mereka bahwa aku menyayangi mereka, dan dengan keadaan mereka yang demikian, apabila mereka sabar menerima hidupnya dan terus percaya denganku maka sangat  nantinya berada di sisiku dan mendapat surgaku.