Demonstrasi
bangsa Lalat
Di sebuah pojok gunungan
sampah terdengar sayup-sayup suara yang meremangkan telinga. Suara itu semacam
ratusan mahluk yang teriak-teriak tidak jelas. Dengan teknologi maha Tinggi
zoomer dari pusat kendali yang sangat canggih, segera keributan kecil itu terdeteksi dan diketahui apa yang
terjdi oleh kantor pusat . Lalu petugas dengan sigap dan santun melapor kepada
direktur utama dan sekaligus pemilik
Saham utama PT (Perusahaan Tidak terbatas) ALAM SEMESTA. Petugas melapor bahwa
ada ratusan lalat di TPS desa kecil bagian tengah Negara Indonesia berdemo tentang
keadilan.
Bos : apa yang mereka
demokan?
Petugas : lewat kepala
bagianya mereka menuntut “ mengapa Tuhan menciptakan hidup kami sebagai mahluk
yang suka dengan sampah dan kebusukan lainya?” tidakkah ada jalan hidup ysng
lebih mulia dari ini?mengapa kecenderungan hidup kami menyukai yang
jelek-jelek, tidak seperti bangsa tawon itu yang menyukai bebungaan yang
ladangnya selalu harum?”
Bos : Apakah ada yang
lain, yang melakukan demontrasi?
Petugas :
sebenarnya tidak hanya ini wahai Bos PT
Alam Semesta, masih banyak sebelumya, kemarin siang ada seekor Kumbang tanduk
mengirim surat keluhanya yang isinya dia
merasa sedih dengan hidupnya yang menyukai kotoran, dan Tetai-tai an lainya.
Kemudian 2 hari sebelumnya ada Si bunga Bangkai yang menuntut agar tubuhnya di
harumkan, tidak seperti yang biasanya seperti bau bangkai. Lalu berikutnya ada
seorang wanita tua miskin yang mengeluh
di depan kantor ini dia mengeluhkan nasibnya yang di tinggal mati suaminya dan
hanya mempunyai satu anak perempuan gila sedangkan dia tidak mempunyai sanak
saudara lagi.
Bos : baiklah
terimaksih, sekarang panggilkan petugas-petugas KPK ( Kementrian Pembawa
Kabar).
Petugas : iya bos..!
Tidak lama kemudian
datang lah para Petugas KpK lalu bersimpuh di hadapan sang Bos.
BOs: wahai para petugas
Kpk yang tidak pernah lalai akan tugas-tugasmu. Hari ini akan kuberi tugas
kalian untuk mengirimkan kabar gembira pada segerombolan lalat, kepada si bunga
bangkai, dan Janda miskin yang berada di Distrik kecil bernama BUMi.
Katakanlah pada mereka
bahwa aku adalah pemilik utama saham Alam semesta ini, semua peristiwa berjalan
menurut kehendak dan rencanaku. Aku maha penyayang dan pengasih kepada seluruh
mahluk. bahwa apapun penciptaan yang ada
adalah yang terbaik menurut kadar yang aku tentukan.
Katakana
pula pada mereka bahwa aku menyayangi mereka, dan dengan keadaan mereka yang
demikian, apabila mereka sabar menerima hidupnya dan terus percaya denganku
maka sangat nantinya berada di sisiku dan
mendapat surgaku.