Harta Karun Tersembunyi Pulau
Singkep
Sudah hampir 10 bulan
saya bertugas di Singkep kepulaan Riau. Pulau yang terkenal dimata dunia dengan
tambang timahnya 200 tahun silam. Terpampang jelas peninggalan peninggalan masa
itu. Bangunan bangunan tua ala belanda,
titik titik danau bekas galian timah, infrastuktur tua yang tercetak mewah
dijamannya. Tidak banyak yang saya ketahui tentang sejarah singkep, namun
kabarnya setelah diberhentikan aktivitas penambangan sejak tahun 1990 an,
daerah ini mendadak sepi dari penghuni. Informasinya ada ribuan warga Singkep
yang eksodus ke daerah lain.
Singkep terpuruk secara
ekonomi waktu itu. Beberapa orang yang
pernah saya temui mengatakan bahwa sebagian besar warga singkep wktu itu tidak
pernah membayangkan kalau penambangan timah akan dinonaktivkan. Singkep
mengalami shocking secara ekonomi dan kebiasaan kerja hingga bertahun-tahun.
Dan hingga kini mereka terus berjuang, untuk tidak hanya meratapi kejayaan masa
lalu, melainkan terus berproses mencari, menggali, dan menemukan kembali rahmat
Tuhan bagi anak cucu masa depan singkep.
Banyak ide dan gagasan
yang ditawarkan oleh para ahli demi menghidupkan gairah hidup pulau singkep. Perencanaan
pariwisata, hingga penngunaan kawasan agraria ex tambang timah pun tak luput dari
sorotan. Ribuan ha lahan dibuka sebagai kawasan sawah , perkebunan, peternakan dan
pengembangan buah-buahan. Usaha-usaha ini dilakukan untuk menarik minat warga
agar ikut serta mengembangkan sertor agraris sebagai penopang ekonomi
masyarakat.
Namun tak ada jalan
setapak yang tak berhiasi kerikil kerikil. Ada saja kendala yang harus
dihadapi. Kawaasan bekas tambang timah dengan tingkat kesuburan tanah yang
rendah, irigasi-irigasi air yang berwarna merah dengan kandungan besi yang
tinggi, adalah PR besar bagi pengembangan pertanian di kawasan Singkep. Belum
lagi minat warga yang rendah karena memang secara kultur budaya bukan
masyarakat agraris. Pun Investor dan Permodalan yang tidak sedikit diperlukan
untuk mewujudkan cita-cita besar ini.
Mengenang kejayaan masa
lampau tentu tidak salah, yang tidak benar adalah meratapi dan sekedar
menangisi kejayaan yang tidak akan kembali. Mari kita melangkah, mengais usaha
selagi bisa, walau kadang semangat mulai mengelucat, cita cita bersama tetap harus membara. Dan akhirnya yang
paling penting dari itu semua adalah menemukan kembali Harta karun Singkep yang
tersembunyi. Harta yang terkeping-keping entah kemana. Harta kesungguhan
segenap lapisan masyarakat singkep untuk benar-benar mau menggali, mencari
solusi dan menikmati indahnya bercita-cita. Harta jiwa untuk berbesar hati
memandang tanah air sebagai titipan Tuhan yang harus menjadi rahmat bagi
semesta.
Singkep,
Kepri, 3 Agustus 2018