keluh sang tukang tambal sepatu
seorang tambal sepatu datang kepada sang kiyai dan bertanya : " wahai kiyai, katakan kepadaku apa yang harus kulakukan dengan do'a pagiku. pelangganku itu orang miskin, yang hanya punya sepasang sepatu. Aku menerima sepatu mereka saat hari petang dan mengerjakanya sepanjang malam, ketika fajar tiba, pekerjaanku masih ada, kalau-kalau pelangganku itu mau mengambil sepatunya sebelum berangkat bekerja."
pertanyaanku adalah : " bagaimana dengan waktu do'a pagiku?'
" apa yang kau lakukan sampai sekarang ?" tanya kiyai.
" sesekali aku cepat-cepat menyelesaikan do'aku dan kembali bekerja, tetapi kemudian aku merasa salah, kali lain aku melewatkan waktu do'aku tetapi aku juga merasa kehilangan sesuatu, kadang-kadang saja kalau aku mengangkat palu dari sepatu, aku hampir mendengar hatiku mendesah" orang celaka aku ini, bahwa aku tidak mampu melakukan doa pagiku"
kemudian kiyai berkata :
" seandainya aku jadi Tuhan, aku akan menghargai desahan itu lebih dari pada do'a"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar